Senin, 20 November 2017

pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter



PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER
( Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani dan Rohani )
Dosen Pengampu : Dra Farida Hanum.M.Kes
logo uny_n.jpg

Di Susun Oleh :          
Fadri Supriyanto          (17110241020)

Prodi Kebijakan Pendidikan
Jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
2017



KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya penjatkan kehadirat Allah SWT, atas kasih dan rahmat-NYA sehingga penyusunan makalah ini dengan judul “ PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER ”dapat selesai. Dan tidak lupa pada kesempatan ini disampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak. Dan tidak lupa saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik penyusunan maupun penyajiannya. Disebabkan oleh keterbatasan pengalaman dan pengetahuan penulis, oleh karena itu segala bentuk masukan yang membangun sangat diperlukan. Untuk diperbaiki lebih lanjut. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Yogyakarta,

Fadri Supriyanto



DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
:
……………………………………………
1
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
:
……………………………………………
……………………………………………
2
3
BAB I PENDAHULUAN

……………………………………………
4
1.1 Latar Belakang
:
……………………………………………
4
1.2 Rumusan Masalah
:
……………………………………………
5
1.3 Tujuan
:
……………………………………………
5
BAB II PEMBAHASAN
:
…………………………………………..
6
1.1 Pengertian
:
……………………………………………
6
1.2 Fungsi
:
……………………………………………
6
1.3 Peran
:
……………………………………………
7
1.4 Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Jasmani dalam Pembelajaran anak
:
……………………………………………
8
1.5 Pendekatan Pendidikan Karakter
:
……………………………………………
8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

……………………………………………
11
1.1    Kesimpulan
:
……………………………………………
11
1.2    SARAN
:
……………………………………………
11
DAFTAR PUSTAKA
:
……………………………………………
13



BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melali aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan dalam mencapai pendidikan nasional. (Depdiknas 2006: 131) Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dari pendidikan mencapai tjuan mengembangkan jasmani, mental, social, serta emosional bagi masyarakat dengan wahana aktifitas jasmani. (Sukintaka. 2000:2)
Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan ialah pendidikan yang mengaktalisasikan potensi aktifitas manusia yang berupa sikap tindak dan karya . (Engkos Kosasih.1992:4). Menurut Nassir Rosyidi (1082: 10-11) Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah pendidikan yang mengaktulisasikan potensi aktivitas manusia berupa sikap tindak dan karya untuk dibei bentuk, isi, arah menju kebulatan kepribadiannya sesai dengan cita-cita kemanusiaan. Dapat juga diuraikan bahwa arti pendidikan jasmani itu meliputi: Gerak badan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Olahraga.
Menurut Nadisah (1992:15) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah bagian dari pendidikan (secara umum) yang berlangsung melalui aktivitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh manusia dan menghasilkan pola-pola perilak infividu yang bersangkutan.Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap mental, emosional, spiritual, social) dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbhan serta perkembangan yang seimbang. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motibasi (motivation), dan keterampilan (skills).Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri yakni, jujur, bertanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berwira usaha, berfikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri dan ingin tahu. Pembelajaran kontekstual dan pelaksanan pembelajaran dalam integrasi pendidikan karakter pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan tujuan pendidikan jasmani diatas, maka dapat dirmuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa itu pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter?
2.      Apa saja tujuan dari pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter?
3.      Bagaimana peran pendidikan jasmani sebagai pembentuk watak dan karakter anak?
4.      Apa saja kelebihan dan kekurangan pendidikan jasmani dalam pembelajaran anak?
1.3  Tujuan
Tujuan pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter yakni,
1.      Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai Pendidikan Karakter.
2.      Untuk mengetahui kontribusi pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan menggunakan model pembelajaran terhadap pembentukan konsep diri pada anak.
BAB II PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
Menurut Baley (1974:4), Pendidikan jasmani merupakan suatu proses yang mana adaptasi dan pembelajaran tubuh (organik), syaraf dan otot, intelektual, sosial, emosional dan estetika dapat dicapai dan dilakukan melalui aktivitas fisik yang penuh semangat. Sedangkan menurut Hetherington, yang dikutip Kroll (1982: 67). Pendidikan jasmani bermain merupakan bagian dari pendidikan jasmani, oleh sebab itu tujuan pendidikan juga merupakan tujuan bermain. Guru Pendidikan jasmani perlu memahamkan kepada para siswanya akan penting aktivitas jasmani bagi kehidupan. Kondisi saat ini, mencirikan bahwa aktivitas jasmani kurang diperhatikan banyak orang.
Pendidikan Jasmani sebagai Pendidikan Karakter adalah menciptakan keselarasan antara kualitas fisik dan perkembangan mental, yang harus diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan. Tujuan dilaksanakannya pendidikan jasmani agar supaya tiap manusia Indonesia memiliki “sehat”, baik fisik dan psikis sehingga dalam mengatur perkembangan Negara menjadi terarah, jujur dan penuh tanggung jawab. Pendidikan jasmani juga bertujan memunculkan jati diri peserta didik.
1.2 Fungsi
Fungsi Pendidikan Jasmani dan Olahraga merupakan alat pendidikan, sekaligus sebagai upaya pembudayaan. Berikut adalah penjabaran fungsi pendidikan Jasmani: Aspek Organis, Aspek Neurosmuskuler, Aspek Perseptual, Aspek Kognitif, Aspek Sosial, Aspek Emosional,dan Aspek Rehabilitasi.
a.       Aspek Organis adalah meningkatkan fungsi system tubuh yang lebih baik.
b.      Aspek Neurosmuskuler adalah meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot
c.       Aspek Perseptual adalah mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat
d.      Aspek Kognitif adalah mengembangkan kemampuan dalam membuat keputusan
e.       Aspek Sosial adalah menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan
f.       Aspek Emosional,adalah mengembangkan respon yang sehat
g.      Aspek Rehabilitasi adalah terapi terhadap kelainan tubuh
Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hokum, tata karma, budaya dan adat istiadat.
Pendidikan Karakter adalah suatu system penanaman nilai-nilai karakter di Sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang dan jenis satuan pendidikan.
1.3 Peran
Peran Pendidikan Jasmani sebagai pendidikan karakter di dalam usahanya terhadap pembentukan sosial anak-anak antara lain:
a.       Menanamkan pembinaan terhadap pengakuan dan penerimaan akan norma-norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
b.      Menanamkan kebiasaan untuk selalu berperan aktif dalam suatu kelompok, agar dapat berkerja sama, dapat menerima pimpinan dan memberikan pimpinan.
c.       Membina dan memupuk ke arah pengembangan terhadap perasaan sosial, pengakuan terhadap orang lain.
d.      Menanamkan dan memupuk untuk selalu belajar bertanggung jawab, dan mau memberikan bantuan atau pertolongan, serta memberikan perlindungan dan mau berkoban.
e.       Menanamkan kebiasaan untuk selalu mau belajar.
1.4 Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Jasmani dalam Pembelajaran anak
Berikut merupakan kelebihan dari diadakannya pendidikan jasmani: Kesehatan dan Kebugaran Jasmani, Perilaku Hidup Sehat, Kesehatan Mental, Kesehatan dan Kesejahteraan Mental, Perkembangan Sosial-Moral, Perilaku Sosial, dan Hubungan Sosial.
Beberapa kelemahan dari diadakannya pendidikan jasmani di sekolah :
1.      Infrastruktur olahraga di sekolah
2.      Sarana, prasarana, dan peralatan
3.      Tenaga guru dan program evaluasi
4.      Standar kompetensi dan syarat minimum ketuntasan belajar
5.      Alokasi waktu latihan
6.      Dukungan sumber dana
7.      Stakeholder atau penentu kebijakan pembangunan olahraga pendidikan
8.      Misi, visi dan tujuann pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter.

Pendekatan Pendidikan Karakter
a.       Keteladanan
Mendukung terlaksananya pendidikan karakter, satuan pendidikan formal dan nonformal harus dikondisikan sebagai pendukung utama kegiatan serta menunjukkan keteladanan anak saat melakukan olahraga. Keteladanan juga dapa ditunjukan dalam perilaku dan sikap pendidik dan tenaga kependidikan dalam memberikan contoh tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik dan mencontohnya.
b.      Pembelajaran
Pembelajaran karakter dilakukan melalui berbagai kegiatan dikelas, disatuan pendidikan formal dan nonformal, serta di luar satuan pendidikan. Di kelas, di satuan pendidikan formal dan nonformal, di luar satuan pendidikan formal dan nonformal.
c.       Pemberdayaan dan Pembudayaan
Pengembangan nilai atau karakter dapat dilihat pada dua latar, yaitu pada latar makro dan latar mikro. Latar makro bersifat nasional yang mencakup keseluruhan konteks perencanaan dan implementasi pengembangan nilai atau karakter yang melibatkan selurh pemangku kepentingan pendidikan nasional.
d.      Penguatan
Penguatan sebagai respon dari pendidikan karakter perlu dilakukan dalam jangka panjang dan berulang terus-menerus. Penguatan dimulai dari  lingkungan terdekat dan meluas pada lingkungan yang lebih luas. Disamping pembelajaran dan pemodelan, penguatan merupakan bagian dari proses  intervensi. Penguatan juga dapat terjadi dalam proses habituasi. Hal itu akhirnya akan membentuk karakter yang akan terintegrasi melalui proses  internalisasi dan personalisasi pada diri masinbg-masing individu. Penguatan dapat juga dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk penataan lingkungan  belajar dalam satuan pendidikan formal dan nonformal yang menyentuh dan  membangkitkan karakter. Berbagai penghargaan perlu diberikan kepada satuan  pendidikan formal dan nonformal, pendidik, tenaga kependidikan, atau peserta didik untuk semakin menguatkan dorongan, ajakan, dan motivasi pengembangan karakter.
e.       Penilaian
Pada dasarnya, penilaian terhadap pendidikan karakter dapat dilakukan terhadap kinerja pendidik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Kinerja pendidik dapat dilihat dari berbagai hal terkait dengan berbagai aturan yang melekat pada diri pegawai, antara lain:
1) Hasil kerja: kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu penyelesaian kerja, kesesuaian dengan prosedur .
2) Komitmen kerja: inisiatif, kualitas kehadiran, kontribusi terhadap keberhasilan kerja, kesediaan melaksanakan tugas dari pimpinan
Hubungan kerja: kerja sama, integritas, pengendalian diri, kemampuan mengarahkan dan memberikan inspirasi bagi orang lain. Kegiatan pendidik dan tenaga kependidikan yang terkait dengan pendidikan karakter dapat dilihat dari portofolio atau catatan harian. Portofolio  atau catatan harian dapat disusun dengan berdasarkan pada nilai-nilai yang dikembangkan, yakni: jujur, bertanggungjawab, cerdas, kreatif, bersih dan sehat, peduli, serta gotong royong. Observasi dapat dilakukan oleh atasan langsung atau pengawas dengan bersumber pada nilai-nilai tersebut untuk mengetahui apakah mereka sudah melaksanakan hal itu atau tidak.
Selain penilaian untuk pendidik dan tenaga kependidikan, penilaian pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter juga dapat ditujukan pada peserta didik yang didasarkan pada beberapa indikator. Penilaian dilakukan secara  terus-menerus, setiap saat pendidik berada di kelas atau di satuan pendidikan formal atau nonformal.
KESIMPULAN
            Pendidikan Jasmani adalah studi, praktik, dan ilmu gerak manusia. Pendidikan jasmani adalah bagian dari system pendidikan secara keseluruhan. Tujuan diadakannya pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter pada anak yaitu mengembangkan keterampilan fisikal, mengembangkan kebugaran fisikal, mengembangkan sosial dan untuk mengembangkan sikap dan juga apresiasi.
            Dalam pembangunan karakter individu, pendidikan jasmani mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas, sumber daya manusia yang dilakukan dengan berbagai aktivitas jasmani, sehingga diperolah kesehatan dan kebugaran tubuh. Melalui jalur pendidikan jasmani, baik aspek fisik (kualitas fisik) maupun aspek non-fisik (kualitas non-fisik) yang menyangkut kemampuan kerja, berfikir dan ketrampilan dapat teratasi. Keduanya harus ssaling terkait dan mendukung sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dapat tercapai.
SARAN
            Dengan adanya uraian tentang pendidikan jasmani diharapkan mampu mengikis anggapan yang kurang tepat dalam penilaian mengenai pendidikan jasmani. Sehingga tidak terjadi salah persepsi, hal yang penting dianggap sebagai hal yang sampingan. Dalam pembentukan karakter dan watak yang baik, peranan jasmani adalah dasar dalam memulai jiwa yang berkarakter. Sebaiknya, lebih mengamalkan pendidikan jasmani sebagai keutamaan yang sama seperti studi bidang yang lain yang berperan dalam upaya kemajuan dan eksistensi bangsa yang dimulai dari kesehatan fisik dan psikis yang disempurnakan oleh kegiatan-kegiatan jasmani.


DAFTAR PUSTAKA
Baley, J.A and Field, D.A (1976). Physical Education and The Physical Educator 2 nd. Boston: Allyn and Bacon inc
Nadisah . (1992). Pengembangan Kurikulm Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud Dir Jen Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Kosasih, Engkos. (1994). Olahraga dan Program Latihan. Akademika Presindo. Jakarta
Kroll, W.P. (1982). Graduate Study and Research in Physical Edcation. Champaign illionis: Human Kinetivs Publisher.
Sukintaka. ( 2000). Teori Pendidikan Jasmani. Yayasan Nuansa Cendekia: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pendidikan jasmani sebagai pendidikan karakter

PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER ( Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani da...