Nama Buku : Filsafat Pendidikan
( tinjauan mengenai aspek dan proses pendidikan )
Karya : Prof. Imam Barnadib,MA., Ph.D
Penerbit : STUDING Yogyakarta
Tahun Terbit : 1982
Ketebalan Buku : 40 Halaman.
Paedagogi sebagai ilmu dari pendidikan, dapat berlandaskan dan mempunyai hubungan dengan filsafat. Atas dasar inilah, maka timbul filsafat pendidikan. Pada dasarnya ada dua pendekatan alam menyusun sistem filsafat pendidikan:
1. Bersendikan ajaran filsafat atau aliran filsafat tertentu.
2. Pendidikan dan problema yang bersifat filosofi untuk dijawab dan dislesaikan dengan analisa filosofi
Untuk yang kedua pendidikan perlu dilihat sebagai proses, agar tinjauan dapat dinamis perlu dikembangkan kriterianya. Aspek-aspek utama dari kriteria ini dapat dianalisa dan terjabarlah sendi pendidikan. Atas dasar ini dapat dikembangkan konsep-konsep menurut filsafat pendidikan. Namun demikian masih dirasakan perlu adanya tinjauan yang khusus mengenai beberapa aspek dengan mengingat kedudukan dan fungsinya yang strategis dalam proses pendidikan. Hal ini mengenai kecerdasan , watak, disiplin, bekerja dan bermain.
Kecerdasan mempunyai kedudukan sentral dalam pendidikan. Sifat utama kecerdasan membentuk paham dan mengadakan penyelesaian problem dengan tepat. Lain daripada itu kemampuan berfikir konsepil adalah faktor intrinsik pada kecerdasan. Kecerdasan dikembangkan oleh pengalaman langsung dan tidak lansung, yang masing-masing dinilai berbeda oleh progresivisme dan perenialisme. Tetapi tidak semua peningkatan dapat dicapai dengan pengalaman langsung. Hal ini deisebabkan oleh adanya kemampuan untuk menggunakan simbol dan berfikir. Untuk ini pengalaman tidak langsung mempunyai peranan penting.
Istilah mencipta tidak dapat digunakan dalam hubungan kecerdasan. Yang dapat mencipta hanya Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan manusia hanya menemukan hal-hal yang sebenarnya. Dengan kecerdasan yang tinggi, kemampuan manusia untuk menemukan dapat ditingkatkan. Untuk ini pendidikan mempunyai peranan penting.
Pendidikan watak adalah mengenai kebajikan. Penanaman kebajikan guna pembentukan watak perlu disadari oleh pengetahuan , latihan –latihan, dan tumbuhnya kehendak yang selalu serasi tujuan , dalam suasana bebas. Dengan cara ini orang akan merasa mudah untuk menjalanakan apa yang seharusnya dilakukan.
Watak mempunyai pengertian dasardalam arti psikologis dan etis . pengertian dalam paedagogis sejalan dengan pengertian etis , karena menekankan pada segi moral. Ini berarti bahwa bewatak adalah prinsip dalam arti moral.
Pendidikan watak tidak dapat terlepas dari keagamaan. Dapat dijelaskan : bahwa karena moralitas itu imanen ( berada dalam pengalaman ) dan karena aku ( yang lebuh tinggi dari eksistensi fisisnya ) itu imanen pula, maka moralitas keagamaan itu imanen pula. Moralitas keagamaan adalah ciri khas hidup bangsa indonesia.
Disiplin adalah alat pendidikan yang berupa suasana agar pendidikan selalu tertuju kepada kebaikan. Tetapi , disiplin tidak dapat disinonimkan dengan paksa atau hukuman . Disiplin berasal dari kata disco – didici , yang berarti belajar. Menerapkan disiplin yang wajar berarti memberikan kesempatan belajar yang baik kepada anak didik . Dengan cara ini anak didik dapat menghayati nilai - nilai yang baik secara batiniah ( internal ) , dab bukan mrupakan hal – hal berada diluar dirinya ( eksternal )
Alat pendidikan lain yang penting artinya adalah bekerja dan bermain. Dua jenis kegiatan manusia ini sapat meningkatkan kesungguhan bekerja. Bekrja perlu diselingi dengan kesengganan supaya tidak timbul monotomi dan menurunnya prestasi. Kesengganan ini ada pada bermain . tetapi , bermain memiliki kualitas kesungguhan pula.
Oleh karena sifat – sifat yang diutarakan di atas bekerja dan bermain penting bagi pendidikan. Maka keduanya dapat meningkatkan taraf pendidikan. Demi kemajuan dan perkembangan pendidikan perlu seseorang berani menghadapi perubahan. Hal ini terutama sekali mengenai proses pendidikan.
Dalam mempertimbangkan dan melaksanakan perubahan perlu bersendikan kebijaksanaan. Terutama sekali dalam mempertimbangkan begian – bagian mana yang perlu tetap sama, sebab ada hal- hal dalam pendidikan yang tetap memenuhi tuntutan fundamental jaman. Misalnya, tujuan pendidikan pada taraf ideal atau nasional , biasanya merupakan tujuan jangka panjang. Orang tiada mudah bergerak untuk mengubahnya, kecuali strategi atau cara untuk mencapainya. Berhubungan dengan itu, perubahan – perubahan dapat berlangsung asal proses pendidikan itu dapat mempercepat dan mempermudah tercapainya tujuan pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar